Ini akan dipergunakan kepada petugas medis dan Orang dalam Pemantauan (ODP) yang punya riwayat kontak erat dengan pasien positif Corona.
Belum diketahui secara pasti, berapa jumlah ideal rapid test yang dibutuhkan Kukar. Kata Martina, harus diketahui terlebih dahulu jumlah tenaga medis yang menangani dan tren lonjakan kasus kontak erat dengan pasien positif.
"Yang jelas, itu tidak untuk seluruh masyarakat. kalau memang masyarakat itu tidak ada indikasi, kontak erat dan tidak berasal dari daerah terjangkit, itu tidak kita anjurkan," kata Martina kepada Korankaltim.com, Senin (30/3/2020).
Kemudian, penggunaan rapid test ini harus berhati-hati dan digunakan dengan tepat. Jika hasil test pertama dinyatakan negatif, maka petugas medis atau ODP yang punya riwayat kontak harus diuji dua kali. Agar betul-betul meyakinkan bahwa yang bersangkutan benar-benar tidak terinfeksi Corona.
"Hasil negatif test pertama itu belum tentu aman, karena mungkin imunoglobulin (antibodi) belum terbentuk. Kita harus ulang lagi di hari ke-10 atau ke-14," sebutnya.
Selain bantuan dari Pemrov Kaltim, Pemkab Kukar juga mengupayakan untuk membeli alat rapid test tersebut.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi