Erik mengungkapkan isi sembako yang di serahkan kepada warga ialah beras, telur, minyak goreng, susu, gula, roti, mie instan, sabun dan sirup. “60 KK ini tentunya kita prioritaskan pada warga yang benar-benar membutuhkan disituasi dan kondisi menekan penyebaran virus corona ini. Kalau pegawai dan pensiunan pegawai tidak dapat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan salah satu tokoh masyarakat Perjiwa Muhibin Ali yang menegaskan langkah inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian pihaknya dan pemerintah desa. Ia menyebutkan Rumah Tahfidz Al Abqory Perjiwa yang ia pimpin bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Perjiwa, akan membentuk tim kecil yang bertugas menghimpun bantuan sembako untuk disalurkan kepada keluarga kurang mampu di wilayah Perjiwa, jika terjadi lockdown total akibat virus corona.
“Untuk itu kepada saudaraku semua yang memiliki kelebihan rejeki saatnya untuk berbagi, karena sedekah dapat menolak 70 macam bencana (Alhadits), semoga kita semua terhindar dari wabah virus Corona, Amin ya rabbal Alamin,” harapnya.
“Tidak bisa terlalu banyak berharap atau bergantung dengan tim di kabupaten dengan segudang persoalan yang dihadapi, kami warga dibawah komando pemerintahan Desa Perjiwa berinisiatif menghimpun dana, beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk disalurkan sewaktu-waktu jika terjadi kondisi darurat terhadap warga yang membutuhkan,” pungkas Muhib. (*)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian