"Terkait ODP-ODP yang mungkin sulit untuk tidak keluar dan memerlukan mencari bahan makanan, kami kita sudah membicarakan dengan dinas sosial dan dinas Perindag untuk jalan keluar ini. Karena ini masih tahap pembicaraan belum bisa kami sampaikan tapi ini wacana terus dibahas sebagai respon pemerintah daerah menyikapi beberapa dampak efek dari kebijakan yang dilakukan untuk pemutusan mata rantai penularan ini," kata Juru Bicara Gugus Tugas penanganan penyebaran virus corona Pemkab Kukar Dr Martina Yulianti.
Yuli mengungkapkan, langkah ini tentu akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Oleh karenanya diminta semua pihak proaktif untuk upaya pemenuhan dua kebutuhan yang saat ini sedang mendesak.
"Tentu ini akan melibatkan semua OPD. Terkait dengan penderita, memang ada penambahan ODP dan PDP, penambahan ODP ini sebenarnya di satu sisi itu adalah menunjukkan respons yang proaktif dari petugas kesehatan dan masyarakat yang melaporkan dirinya juga masyarakat lain yang melaporkan masyarakat lainnya serta hasil dari tracking petugas-petugas kesehatan," ungkapnya.
"Namun peningkatan ini juga hal yang harus kita perhatikan, dan beberapa PDP kita ada yang dirawat di rumah sakit Beriman di rumah sakit AWS, beberapa di rumah sakit Parikesit dan ada yang dirawat di dayaku raja dan Rumah Sakit Abadi Samboja," sebut Yuli. (*)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur