Kepala Gugus Tugas, Sunggono mengatakan, masih ada indikasi ODP menganggap remeh instruksi untuk tetap mengisolasi diri di rumah.
Ketika ditegur, kata Sunggono, bahkan ada yang marah.
"Setelah beberapa kali rapat dengan unsur Forkopimda dan muspika waktu itu, disepakati dibuatkan stiker. Namun, pemasangannya itu disepakati didampingi RT juga lurah setempat, jadi masyarakat sama-sama mengawasi," kata Sunggono dikonfirmasi Korankaltim.com, Sabtu (28/3/2020).
Dengan dipasangnya stiker pada rumah-rumah OPD, lanjut Sunggono, masyarakat bisa membatasi kontak sesuai dengan anjuran pemerintah itu.
Dia menjamin tidak akan terjadi intimidasi terhadap penghuni yang rumahnya ditempel stiker. Karena sebelumnya sudah ada sosialisasi dan pemahaman akan hal ini.
"Memang ada yang menganggap itu semacam aib, namun itu juga kami kasih semacam pengertian kepada masyarakat," tutupnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi