Khususnya ODP yang tidak memerlukan penanganan medis, tapi mengalami kesulitan untuk isolasi secara mandiri di rumah.
"Misalnya di rumahnya ada anak kecil, atau misalnya ada yang tinggal di asrama, yang seperti itu. ODP sudah ada di sana, terakhir ada empat (orang) kalau enggak salah," kata Kepala Dinkes Kukar Martina Yulianti.
Menurut Martina, kapasitas kawasan Wisma Atlet bisa menampung sekitar 60 orang. 1 wisma bisa diisi 10 ODP.
Sejauh ini, selalu muncul pertanyaan publik, mengapa nama-nama ODP tidak diumumkan? Padahal, warga beralasan agar bisa mawas diri dan bisa menghindari kontak dengan orang yang berstatus ODP.
Martina menjelaskan, pemerintah memang tidak mengumumkan nama-nama itu ke publik. Mereka mengumumkannya hanya kepada puskesmas terdekat dan aparat keamanan di tingkat kecamatan dan desa agar dapat melakukan pemantauan terhadap ODP yang menjalani isolasi mandiri.
"Mereka yang disana bertugas melakukan pemantauan setiap hari. Supaya (ODP) tidak keluar dan mencegah kemungkinan terjadi penularan," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi