Hal ini paling berdampak bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengamini hal itu. Dia berharap, kondisi ini dimaklumi seluruh kalangan demi terhindar dari pandemi.
"Konsekuensi ini dihadapi bukan hanya di Kukar, juga daerah-daerah lainnya. Saya rasa kita tidak boleh melihatnya dari satu sisi saja," kata Sunggono kepada Korankaltim.com, Selasa (23/3/2020).
Seperti informasi yang sudah disampaikan sebelumnya, telah ada upaya pemantauan distribusi, ketersediaan, dan lonjakan harga karena tingginya permintaan. Bahkan, indikasi penumpukan bahan pangan sudah terpantau oleh pemerintah. Sejauh ini dinilai masih terkendali.
"Kalau seandainya rumah makan itu tetap beroperasi, bisa saja kan menggunakan layanan ojek online, yang intinya kita tidak menginginkan kerumunan. Selain itu gak masalah," ujarnya.
Dia memahami keluhan soal turunnya omzet. Namun, sisi baik yang bisa dilihat dalam kondisi ini, kata dia, keluarga lebih punya waktu berkualitas.
"Para orang tua jadi lebih sayang lagi sama anak-anaknya," demikian Sunggono.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi