Hal tersebut merupakan upaya untuk menjaga populasi ikan di tengah maraknya metode penangkapan ilegal seperti menggunakan setrum.
"Jadi ada sekitar 200 ribu bibit ikan papuyu yang dilepas langsung oleh Pak Edi (Bupati Kukar) di reservat kita seluas 1.500 hektare ini,"kata Dadang kepada Korankaltim.com, Jumat (13/3/2020).
Diketahui, reservat ini merupakan kawasan konservasi ikan endemik sekaligus lokasi budidaya ikan air tawar yang bekerjasama dengan Pemkab Kutim untuk kepentingan pemasaran, pengawasan dan penelitian.
Untuk upaya restoking ikan ini, Pemkab Kukar mendapat bantuan 20 ribu bibit ikan patin dari PT Bara Tabang. Sebagian ditebar di Sungai Kedang Kepala, sebagiannya lagi Sungai Sedulang.
"Itulah bentuk kolaborasi yang kita bangun sekarang ini, swasta juga memberikan kontribusinya. Disamping itu perusahaan (PT Bara Tabang) juga meminjamkan speedboat, alhamdulilah dibantu," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi