"Posisi tanah Tanjeng (alm) dan Becce tang (Istri) orang tua kami, dari stockpile PT Indominco Mandiri hanya berjarak 100 meter, tanah milik Pak H Arif berjarak 200 meter, dari jarak ini tentu sudah melanggar kan? Di posisi jarak 250 meternya adalah lahan PT. Indominco Mandiri, artinya tanah Bapak Tanjeng (alm) dan lahan H Arif masuk dalam area perusahaan PT Indominco," tukasnya, Sabtu (7/3/2020)
Yang membuat miris, kata dia, sejak tahun 1994 yaitu survey awal PT Indominco, tanaman sebanyak 5.000 biji kelapa setiap panen dan 500 Kg kopi lambat laun harus ditebang. "Sejak 2010 kami sudah tidak bisa memproduksi hasil tanaman kami," katanya.
Anwar mengungkapkan, lahan miliknya semakin terisolir dan tidak bisa dimanfaatkan lagi karena pada tahun 2011, P. IMM membebaskan lahan warga milik Kismaning dan Mustarim yang berjarak 250 m dari Stokcpile PT.IMM.
"Tanah milik kami dan H. Arif yang hakikatnya satu paket untuk diselesaikan oleh PT.IMM, realitanya sampai hari ini belum ada titik terang. PT IMM hanya terkesan main-main untuk menyelesaikannya," ungkapnya.
Anwar menegaskan, dari beberapa kali pertemuan yang telah dilakukan dengan perusahaan, pihaknya sebagai pemilik lahan hanya menunggu dua solusi, yakni kompensasi atau dibebaskan.
"Kalau dari kedua solusi ini PT.IMM tidak bisa menempuhnya, ya kami akan mengajukan ke pengadilan. Menang atau tidaknya kan ada Allah SWT yang menentukan semuanya. Tapi jelas kami tidaklah mengemis ataupun ingin merugikan PT.IMM, kami hanya menuntut keadilan atas hak-hak kami sesuai dengan aturan yang ada dan mekanisme yang nantinya akan ditempuh," tegasnya.
"Kita juga minta supaya stock pile batu bara PT. IMM dihentikan operasinya sebelum permasalahan lahan kami diselesaikan, sebagaimana mengacu pada hasil rapat tahun 2010," tambah Anwar.
Hasto, perwakilan manajemen perusahaan menyampaikan, pihaknya sejauh ini berusaha kooperatif dengan warga. "Kita sudah bicarakan dan fasilitasi dengan baik, cuman memang untuk yang lahan beliau itu meminta kompensasi yang agak tinggi. Tapi yang pasti kita akan kumpulkan kelengkapan segala sesuatunya biar segera bisa tuntas," terang Hasto.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi