Salah satu warga Dusun Batu Dinding, Kursia mengatakan, ada 30 kepala keluarga di Batu Dinding. Mereka sudah membayar untuk biaya pemasangan baru instalasi listrik sebesar Rp 700 ribu sampai Rp1,5 juta sejak tahun 2014. Hingga kini belum terealisasi.
"Saya bayar lewat kantor pos di Tenggarong,"kata Kursia ditemui di sela-sela aksi.
Kursia menceritakan awal mula dirinya membayar sambungan PLN baru. Seorang petugas PLN datang ke rumahnya menawari untuk pasang instalasi listrik.
"Karena di tempat kami tidak ada listrik ya kami langsung iyakan. Dan kita disuruh bayar ke kantor pos, "katanya.
"Harapan kami, segera dipasangkan listrik. Kami nggak mau dikembalikan uang. Karena kita mau listrik, " ucapnya.
Ketua PMII Cabang Kukar, Sukiman mengatakan, mereka mendampingi warga menagih komitmen PLN dan Pemkab Kukar untuk segera mengaliri listrik didua Dusun tersebut.
"Sudah bayar sambungan listrik dan PLN sudah menerima pungutan, tapi kok belum direalisasikan, "katanya.
Dirinya juga sangat menyayangkan, pernyataan PLN yang membantah adanya pungutan itu.
Plh Manajer PLN Tenggarong, Budi mengatakan, usulan sambungan listrik dari warga Batu Dinding dan Bengkinang sudah diterimanya. PLN juga sudah melakukan survei di lokasi dan mengusulkan hal itu ke Kantor PLN unit pelaksana pelayanan pelanggan (UP3) Samarinda.
"Ini tinggal menunggu realisasi UP3 Samarinda, "katanya.
Mengenai 30 warga yang sudah melakukan pembayaran penyambungan instalasi listrik, justru dia mengaku tidak mengetahuinya.
"Kalau soal pembayaran itu. Dari kita (PLN) tidak mengetahuinya, " katanya.
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi