“Kejadiannya baru kita tahu itu hari Sabtu, itu jam 15.25 WITA, diketahui pertama kali oleh petugas cleaning service. Kalau penyebabnya kita belum tahu pasti. Saya bersama pihak terkait sudah melakukan pengecekan lapangan kenapa bisa roboh,” kata Rektor Unikarta Erwinsyah kepada KORANKALTIM.COM, Senin (10/2/2020).
Erwin mengungkapkan ada empat lokal ruang kuliah Febis yang direhab oleh PT Total.
Namun, plafon yang roboh berada di bangunan ujung kiri lantai dua dan satu ruangan saja. Meskipun demikian, keempat ruangan untuk sementara tidak dipergunakan untuk aktivitas perkuliahan.
“Bangunan itu bantuan dari pihak Total E&P Indonesie dan dari kontraknya itu kita ketahui sejak tahun 2016, berarti umurnya 3 setengah tahun, ya jalan empat tahun lah, ini sangat langka karena tidak ada kebocoran, namun plafonnya roboh seluruhnya,” terangnya.
Erwin mengungkapkan, pengecekan bersama rekan ahli bidang kontruksi, ditengarai ada kelalaian oleh pihak ketiga atau kontraktor yang ditunjuk oleh PT Total pada pengerjaan 2016 lalu.
“Diduga terjadi kesalahan pemasangan plafon yang dilakukan oleh kontraktor yang ditunjuk oleh PT Total. Kenapa terjadi kesalahan pemasangan plafon karena kalau dilihat dari rangka langit-langit itu strukturnya masih utuh dan yang runtuh ini adalah gipsumnya,” ungkapnya.
Diketahui, sebelum dilakukan rehab oleh PT Total, plafon bangunan ini diperuntukkan untuk jenis kayu, bukan gypsum.
“Kerangka struktur bangunan awal yang pertama dulu menggunakan plywood, secara teknis untuk strukturnya sangat kuat dan sangat layak untuk dipergunakan," tukasnya lagi.
Namun, setelah pergantian ke gypsum itu harusnya juga terjadi perubahan kerangka struktur atau ditambah kekuatannya.
"Karena beban gypsum kan jauh lebih berat dari plywood,” demikian Erwin.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi