Tepat usai salat Isya, seorang warga bernama Reza melihat pria tersebut berada di belakang rumah di sebelah Masjid As Syahid.
Kemudian dia menegur pria tersebut. Namun, tak disangka-sangka, pria tersebut langsung terjun ke sungai dan bersembunyi di eceng gondok yang jaraknya jauh dari bibir sungai.
Warga pun menghubungi Polsek Loa Kulu. Warga beramai-ramai mencari pria itu dengan menyorot enceng gondok dengan lampu senter. Cukup lama pria tanpa identitas itu ditemukan. Cerdiknya, dia berhasil lolos dari sorotan senter warga dengan berenang ke arah hilir secara diam-diam dan kembali naik ke jalan.
Warga yang melihat pria ini naik dengan pakaian basah kuyup dan menggigil nyaris menghajarnya.
Lantaran warga menduga pria ini hendak mencuri di rumah kosong. Beruntung, polisi cepat mengamankannya.
Kapolsek Loa Kulu Iptu Aksaruddin Adam mengungkapkan pria tersebut mengaku bernama Syahrul, dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Syahrul beralasan mau minum di pinggir sungai itu dan jatuh ke sungai karena kaget ditegur warga.
"Rumah di sebelah masjid itu memang kosong tadi malam. Kemudian kita cari orang yang punya rumah, kita cek CCTV, tidak ada pembongkaran segala macam," terang Aksar kepada Korankaltim.com, Senin (10/2/2020).
Ketika diperiksa, lanjut Aksar, Syahrul diduga gangguan mental. Pemeriksaan sedikit terhambat karena kartu identitasnya sama sekali tidak ada. Ditambah lagi logat bicara yang susah dimengerti. Pihaknya tidak mengetahui apakah niat Syahrul memang ingin mencuri atau memang ingin minum air sungai sesuai pengakuannya.
Polisi mendapati tali rafia yang diikat kencang di perutnya.
"Akhirnya kita beri pakaian, kita kenyangkan perutnya, dan kita inapkan dulu di Polsek. Mudah-mudahan, jika ada, niat jahatnya hilang," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi