Plt Kepala Disdikbud Kukar Ikhsanuddin Noor mengatakan, memang ada standar nilai kelulusan yang ditentukan.
"Yang jelas ada passing grade- nya, yang saya khawatirkan kalau yang ikut tes kemarin itu dibawah nilai standar, tentu itu pasti tidak lulus semua, kalau benar seperti itu tentu kami yang rugi karena kekurangan formasi," katanya kepada KORANKALTIM.COM, Kamis (6/2/2020).
Ia berharap, penilaian sebaiknya di-rangking agar yang mendaftar bisa diterima semua untuk memenuhi kebutuhan 95 tenaga pendidikan Kukar.
"Misalnya passing grade-nya 270 tapi yang ikut itu ada misal nilainya 260 atau di bawahnya, maksud kami tetap saja diisi formasinya tapi diranking, walau dibawah passing grade supaya formasi itu tetap terisi, kalau tidak ya kosong lagi formasi yang dibutuhkan itu, maka makin banyak lagi sekolah kita yang kekurangan guru," ungkapnya.
Meskipun terkesan dipaksakan, lanjutnya, Disdikbud berharap formasi bisa terisi semua.
"Tapi strategi penerimaannya seperti apa mohon dikonfirmasi lagi ke BKPSDM, karena mereka yang leading sector-nya. Kami ini menerima hasilnya, sesuai dengan kebutuhan dari sekolah yang membutuhkan," terang Ikhsan.
Sekretaris BKPSDM H Rachmadi menegaskan, semua formasi untuk tenaga pendidikan tentunya diharapkan terisi sepenuhnya. "Masalahnya ada juga yang tidak melamar. Selama ada yang mendaftar ke formasi itu tentu akan kita terima, sementara ini untuk posisi yang di Muara Badak belum terisi, karena tidak ada yang mendaftar ke formasi untuk ditempatkan di Muara Badak, oleh karena itu nanti masih ada tahapan satu kali lagi yaitu TKB (tes kemampuan bidang) bulan Maret," terangnya.
Diketahui ada 4 formasi di SMP Negeri 7 Muara Badak yang tidak ada pelamar.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi