Meskipun mengalami penurunan kualitas, layanan distribusi ke pelanggan tetap berjalan normal. "Layanan distribusi kami tidak menurun yakni tetap full kapasitas yaitu 70 liter per detik, hanya saja memang kualitas airnya yang sedikit berkurang.
Dengan sistem pra chlor ini artinya kita lakukan injeksi kaporit ke air baku sebelum masuk ke pengolahan di WTP, kemudian sebelum didistribusikan, kembali kita bubuhi lagi dengan kaporit," sebutnya
Tujuannya, kata dia, untuk mengatasi air baku yang bewarna merah kehitaman dan berbau serta membunuh kuman.
Penurunan kualitas air baku Sungai Mahakam juga terjadi di IPA 1 Sukarame dan IPA 2 Bukit Biru. "Angka normal air baku untuk diolah secara baik itu di kisaran 80-100 NTU, tapi untuk saat ini kualitas air Mahakam hanya 54 NTU. Tentunya hal ini berdampak pada penurunan kualitas. Akhir-akhir ini juga sering terjadinya kebocoran pipa. Kami mohon masyarakat bisa memahaminya. Kita terus berupaya semaksimal mungkin," tukasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi