"Ya memang kita sering dinantikan kapan Safari Subuh di sini, masjid ini kawasan domisili saya, makanya saya minta ke tim supaya Safari Subuh Masjid Al Anshar tu belakangan saja. Di sini kesannya ya saya balik kampong sorang jadinya," kata Edi kepada KoranKaltim.Com.
Ia menegaskan Safari Subuh murni niat tulus untuk gerakan agar lebih memakmurkan masjid. Bisa turut diikuti oleh seluruh komponen masyarakat yang ada di 18 Kecamatan.
Kendati tidak jarang ada pihak yang menyinggung gerakan tersebut dikaitkan dengan agenda politik dan dianggap membebankan takmir masjid.
"Kami tegaskan bahwa tidak seperti itu, ini niatnya murni untuk ibadah rutin kita dan sekligus penguatan fungsi rumah ibadah," tegasnya.
Tim Safari Subuh turut menyaksikan perkembangan 50 santri yang melakukan metodologi cara hafal Alquran. Sesuai program Satu Desa Satu Tahfiz Quran yang juga digagas oleh Pemkab Kukar.
"Mudahan Safari Subuh senantiasa terlaksana, istikamah, tulus dan ikhlas mengharap rida Allah SWT. Dalam program besar ini muncul dari Safari Subuh," terangnya.
Edi pun berharap program Dai Masuk Desa kembali dilaksanakan 2020 ini. "Mudahan semua program syiar Islam yang kita lakukan ini mendapat rida Allah SWT," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Hendra