"Kita memang mengutamakan kesiapsiagaan. Supaya bisa memaksimalkan terjadinya bencana, seperti banjir dan longsor, " katanya, Senin (6/1/2020).
Selain itu, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau curah hujan.
"Warga juga sudah kita imbau untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan berkenaan dengan musim penghujan yang bisa menimbulkan banjir dan tanah longsor," katanya.
Marsidik mengatakan, di Kukar masih aman dari cuaca ekstrem.
"Cuma kita tidak boleh pandang aman. Kalau kami siaga terus. Penanganan itu adalah sifatnya jangan sampai menunggu keadaan darurat. Siaga adalah benteng pertama. Kalau itu jebol. Maka timbulnya tanggap darurat. Itu biayanya jauh lebih besar dari pada siaga darurat, " katanya.
Untuk penetapan siaga darurat, beber Marsidik, harus ada statement dari BMKG dengan pertimbangan dari bupati atau sekda untuk menetapkan siaga darurat.
Sebelumnya, Kodim 0906/Tenggarong sudah bersiap menghadapi perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
Ini diungkapkan Dandim 0906/Tenggarong Letkol (Inf) Charles Alling.
Menurutnya, dia sudah memberikan petunjuk kepada staf dan personel untuk mempersiapkan diri hadapi kemungkinan bencana seperti longsor, banjir dan lainnya.
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi