"Ditanyakan ke Menteri KP (Kelautan dan Perikanan) Pak Edhy Prabowo. Tapi menurut saya, yang paling penting negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, lingkungan tidak rusak, yang paling penting itu," kata Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Balikpapan - Samarida di Km 38 Samboja, Selasa (17/12/2019).
Seperti diketahui, isu ekspor benih lobster viral karena Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ingin membuka larangan ekspor yang dulu sempat dijalankan Susi Pudjiastuti. "Nilai tambah ada di dalam negeri, dan ekspor atau tidak ekspor, hitungannya dari situ," sambung Jokowi.
Orang nomor 1 di Indonesia yang ingin memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur itu menegaskan agar setiap kebijakn tidak hanya melihat lingkungan saja. Tetapi juga ekonominya.
"Begitu juga, jangan melihat ekonomi saja, tapi lingkungan (harus) tetap dipelihara. Keseimbangan itu yang penting. Bukan hanya bilang jangan. Perlu keseimbangan," tegasnya.
Menurutnya setiap kebijakan tidak boleh dijalankan secara awur-awuran (membabi buta). Kebijakan pun semestinya mengakomodir semua kepentingan.
"Misalnya, semua ditangkapi, semua diekspor, itu juga nggak benar," tekannya.
Lebih lanjut ia mengajak semua pakar untuk memberikan masukan untuk setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Jokowi yakin para pakar lebih paham kebijakan yang bermanfaat.
"Saya kira pakar-pakarnya tahulah, bagaimana tetap menjaga lingkungan, lobster tidak diselundupkan, ekspor tidak awur-awuran, nelayan juga harus mendapat manfaat dari sana. Nilai tambah ada di negara kita," tandasnya.
Penulis/Editor : Hendra