Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan opening ceremony Begenjoh yang dirangkai dengan kesenian Kutai Tarsul dan tari. Seluruh warga yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian prosesi ini dengan sama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza yang kemudian menyaksikan tari jepen kolosal 100 orang dan dimeriahkan peragaan busana yang mempertontonkan budaya asli Kutai bertajuk Tenggarong Kutai Carnival (TKC) serta Pawai Kebudayaan yang berangkat dari Planetarium dan finish di Creative Park Tenggarong.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dalam sambutannya mengatakan, meskipun dalam Pekan Kebudayaan 2019 ini belum seluruhnya seni kebudayaan bisa ditampilkan, tetapi kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari sejak 4-7 Desember ini bisa memberikan edukasi dan wawasan bagi generasi milenial. "Ini edukasi bagi putra-putri kita generasi milenial bahwa di daerah etam ini tersimpan budaya khas Kutai maupun budaya nusantara yang tetap tersimpan dan terpelihara dengan baik," katanya.

Pada acara ini juga, Kutai Kartanegara mendapat penghargaan dari Kemendikbud yakni Piagam Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ikhsanuddin Noor menegaskan, dengan rangkaian kegiatan pekan kebudayaan Kukar Begenjoh ini diharapkan generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat mencintai dan sama-sama melestarikan seni budaya Kukar.
"Adapun penghargaan yang diberikan Kementerian ini ialah Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yakni berupa Tari Dewa Memanah dan Tari Ganjor Keraton yang keduanya merupakan seni budaya dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura," demikian Ikhsan.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi