Akhirnya, dia ditemukan berada di loteng plafon kelas.
Jenazah korban dibawa ke RSUD AM Parikesit untuk dilakukan otopsi pagi itu juga.
Sesuai hasil pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andhika Dharma Sena menyebutkan, terdapat luka bakar di telapak tangan sebelah kiri dan lengan kanan dengan panjang luka dari yang terpendek berukuran 1,8 cm hingga 2,5 cm.
Diketahui, loteng tempat korban ditemukan merupakan semacam tempat persembunyian korban untuk merokok. Berdasarkan keterangan dari rekannya itu, lanjut Andhika, kabel tunggal sepanjang 15,30 meter yang dikupas kulitnya sengaja dirakit mengelilingi atas plafon oleh korban sendiri.
Motifnya agar rekan korban yang mengetahui lokasi tersebut tidak ikut-ikutan ke tempat persembunyian itu.
"Jadi sengaja kabel tunggal di kupas bungkusnya dan dirangkai sedemikian rupa di atas plafon secara melingkar, karena kabelnya terbatas hanya separuh lingkaran saja dari lingkaran ruang kelas," kata Andika kepada Korankaltim.com.
Bahkan korban sempat berpesan kepada rekan-rekannya, dia akan naik ke sana hanya saat terjadi pemadaman listrik oleh PLN.
Kaur Inafis Polres Kukar Aiptu Dian Heri Wahyudi menyebutkan belum diketahui secara pasti kronologi insiden tersebut.
Namun, berdasarkan keterangan dari guru pembimbingnya, korban masih terlihat saat mengikuti kegiatan mengaji hingga pukul 22.00 WITA hingga akhirnya ditemukan pagi tadi.
"Dia naik ke sana melewati jendela, kemudian berpegangan ke ventilasi, lalu memanjat ke rangka plafon yang sudah terlepas," tambahnya.
Saat ini, jenazah telah diambil oleh pihak keluarga.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi