Diketahui, tim tersebut akan melakukan penghimpunan data dari aspek sosial budaya dan sosial ekonomi. Hal itu dilakukan dengan melakukan wawancara masyarakat di sekitar kawasan IKN.
"Untuk mendengarkan apa saja yang diharapkan dan apa saja kendala di depan," ujar Perwakilan Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Bappenas RI, Ratna Sri Mawarti kepada media.
Kementerian PPN/Bappenas RI mengaku menerima keluhan masalah lahan dari peserta yang hadir. Diketahui, di beberapa kawasan IKN terdapat lahan eks Swapraja Kutai, atau lahan yang dulunya merupakan lahan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kemudian diwariskan ke kerabat kesultanan.
Masalah lahan, menurut Ratna, dinilai sensitif. "Nanti akan kami sampaikan pada pimpinan, untuk didapatkan solusi terbaik bagi masyarakat dan pemindahan IKN baru," lanjut Ratna.
Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Samboja dan Muara Jawa dalam pembahasan ini, akan menjadi fokus pembangunan IKN baru di Kukar. Kawasan tersebut, disebutkan dalam sambutan Bupati Kukar yang dibacakan Plt Asisten I Setkab Kukar Ahmad Taufik, dipersiapkan untuk pemenuhan aspek-aspek yang diperlukan untuk pengembangan IKN nantinya.
"Langkah strategis pembangunan yang sedang disiapkan sebagai lumbung pangan, wisata, warisan budaya dan seni budaya," ucap Ahmad.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi