Adapun fokus pembahasan talk show ini ialah optimalisasi peran Gereja dalam sinergitas dengan masyarakat dan pemerintah menyongsong perpindahan Ibu Kota Negara.
Ketua Umum Majelis Sinode (MS) Pdt Paulus Kariso Rumambi dalam sambutannya mengatakan, dalam perkembangannya GPIB berada di 26 provinsi se-Indonesia dan ada 325 jemaat serta terdapat 293 pos-pos pelayanan yang tersebar di daerah-daerah hingga ke pedesaan dan daerah pelosok hingga ke perbatasan NKRI.
"Keunikan dari GPIB yaitu memiliki 293 pos- pos berada di pedesaan, pelosok, pedalaman hingga perbatasan NKRI. Hal ini senantiasa kita lakukan untuk pembinaan dan pelayanan umat dalam rangka pelaksanaan Pancasila sila ke 5 yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Paulus menjelaskan salah satu harapan dari HUT ke-71 tahun ini, peran Gereja yang ada di pedesaan dan perbatasan bisa terus dikembangkan kerja sama yang baik dan jalinan sinergitas bersama pemerintah.
"Nantinya titik berat pembangunan ke depan lebih banyak di wilayah pedesaan dan perbatasan NKRI dan untuk menyongsong sinergitas ini maka talk show ini kita hadirkan narasumber yang mulia Sultan Kutai, Bupati dan Mayjend Isaac Markus dari Dewan Ketahanan Nasional," jelasnya.
Paulus berharap dalam talk show yang turut dihadiri tokoh lintas agama dan seluruh perwakilan GPIB Kaltim dan luar Kaltim ini semuanya bisa mendapatkan pencerahan bagaimana pentingnya kesadaran membangun kualitas sumber daya manusia.
"Melalui talkshow ini agar Gereja bisa lebih berkontribusi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara membangun sumberdaya di pelosok pedalaman dan perbatasan, membangun infrastruktur di daerah dan SDM di daerah-daerah dalam menyongsong IKN," demikian Paulus.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi