Sekitar 30 anak berkebutuhan khusus yang belajar di SLB Tenggarong terlihat begitu riang bernyanyi dan berjoget. Puluhan orang tua anak itu juga turut mendampingi. Acara ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kepedulian bersama terhadap anak-anak spesial itu.
Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan di SLB Negeri Tenggarong setiap tahunnya. Namun, pada peringatan kali ini terlambat karena sejumlah faktor.
Kepala SLB Tenggarong, Anwar, mengucapkan terimakasih atas apresiasi pemerintah terhadap anak-anak autis di Kukar.
"Mereka juga ingin mendapat perlakuan yang sama di hadapan kita semoga nanti kita bisa mengoptimalkan bakatnya dalam membangun negara sesuai dengan keahliannya," kata Anwar kepada KoranKaltim.com.
Anak-anak tersebut juga diberi hadiah undian berupa perlengkapan sekolah dan terlihat begitu bahagia saat membawa pulang hadiah.
Saat membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar Sunggono mengatakan autisme bukankah gangguan kejiwaan. Itu merupakan gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tidak berfungsi selayaknya otak normal dan termanifestasi pada perilaku penyandang autisme.
"Melalui terapi sedini mungkin, bisa menjadikan si penderita dapat menyesuaikan dirinya dengan mereka yang normal," kata Sunggono.
Kegiatan tersebut ditutup dengan menyanyi bersama. Sunggono beserta salah satu siswa SLB menyanyikan lagu Rhoma Irama berjudul bujangan. Anak-anak berkebutuhan khusus lainnya mengiringi dengan berjoget.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi