Majid harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat pengeroyokan itu dan Rabu (2/10/2019) pagi tadi langsung membuat laporan ke polisi pukul 09.40 WITA. Kepada korankaltim.com Majid menjelaskan saat itu dirinya sedang berkendaraan dari rumahnya di Jalan Jakarta II menuju Kantor Pos di Jalan Gajah Mada untuk mengirim uang. "Saya lewat depan DPRD pas ada demo dan mampir karena saat itu ricuh ada gas air mata, mau berlindung. Tetapi, saat di depan gerbang pintu DPRD, tiba-tiba dipukul beberapa orang, yang kemungkinan massa aksi," jelas Majid.
Akibat pengeroyokan tersebut dirinya mengalami luka dibagian wajah karena kena pukulan bahkan mendapatkan 3 jahitan dibagian hidung. "Awalnya satu orang saja yang memukul yang lain ikut memukul, ada 5-6 orang," papanya dengan nada heran kenapa dirinya dipukuli tanpa sebab.
Mendapat laporan ini Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa saat ditemui siang tadi menjelaskan kronoligis kejadian dimana Majid saa titu sekitar pukul 18.00 WITA menegur seorang pendemo yang berada diatas pohon, untuk mengingatkan jelang salat Magrib. “Saat pelaku turun langsung memukul korban dibagian wajah. Teman pelaku lainnya sekitar5-6 orang ikut memukuli korban dari belakang, tetapi dirinya tak melihat secara jelas,wajah pelaku karena kebal pukulan saat pertama mebuat mata korban kabur. Tetapi, dia mengetahui ciri-cirinya menggunakan baju dan celana hitam, tinggi kurus," bebernya.
Dari keterangan korban, kepentingan korban saat itu, tengah melintas di Depan DPRD Kaltim dan menghimbau adik-adik pendemo. "Kami meminta kepada pelaku untuk bertanggung jawab dengan perbuatannya dan menyerahkan diri ke kami. Nantinya, pasti akan dilakukan pemanggilan, baik dari humas aksi, korlap saat demo untuk dimintai keterangan," terang Damus kepada wartawan. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur