"Saya menyambut baik atas pelaksanaan Tenggarong Internasional Folk Arts Festival ke-tujuh 2019 ini. Mudah mudahan ini terus dikembangkan dan terus terlaksana setiap tahunnya. bagi saya bukan persoalan mendatangkan Wisatawan saja tapi yang terpenting adalah bagaimana budaya kesenian adat istiadat kita ini tetap dijaga dan dipertahankan, harus kita kembangkan bumi Etam ini," kata Isran.
Isran meminta seluruh masyarakat Kukar harus mendukung even yang sudah masuk satu dari 100 kalender Kemenpar ini. Boleh mengapresiasi dalam menyaksikan budaya dari tamu undangan delegasi negara asing yang datang namun Isran mengungkapkan budaya sendirilah yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan.
"Jangan tergiur dengan budaya bukan asli kita sehingga meninggalkan budaya asli kita, ini (suguhan budaya negara asing,red) sebuah apresiasi bagaimana kita menambah pengetahuan dan wawasan budaya lain dan begitu besarnya peradaban adat seni budaya. Saya beharap festival ini diutamakan dengan mengembangkan kualitas seni dan Budaya, soal ada penonton atau tidak yang penting kita harus kembangkan dan lestarikan terus," sebutnya.
Isran juga selalu menyempatkan memberi candaan dengan gaya khasnya, sehingga berkali-kali para tamu undangan dibuatnya tertawa terpingkal-pingkal. Salah satu joke yang membuat tamu undangan yang hadir tertawa lepas ialah ketika ia sedang menyindir Bupati Kukar Edi Damansyah yang disebutnya tidak membawa istri seperti Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang membawa permaisurinya pada acara kali ini.
"Aku melihat Sultan etam ne membawa permaisurinya, tapi ndik ku melihat Bupati Kukar ne bawa bininya, tarohnya mana kah bininya yo, mungkin suruhnya mancing kalo di Muara Bengkal situ," seloroh Isran.
Untuk diketahui pada kenyataannya Istri Edi Damansyah yakni Maslianawaty Damansyah turut mendampingi sang suami dan justru terlihat kompak dengan mengunakan pakaian adat miskat berwarna biru. (*)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur