Danrem mengatakan ketahanan nasional yang menjadi tema pada talkshow kali ini tentu erat kaitannya dengan keputusan pemerintah pusat yakni pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.
“Memang dari wacana yang telah disampaikan beberapa perencanaan terkait pemindahan IKN, memang Kalimantan Timur lebih memiliki nilai lebih karena terbukti kondusif dan terkenal heterogen,” katanya.
Oleh sebab itu pihaknya selaku garda terdepan dalam urusan ketahanan nasional tentu akan siap sedia menjaganya. “Kita terus berupaya jangan sampai Kalimantan Timur ini dibicarakan kurang baik sehingga terdengar negatif sebagai calon IKN baru. Meski bukan tupoksi kami, saya instruksikan kepada jajaran yang tugas di lapangan untuk berburu api dan berburu asap karena kita ketahui sendiri karena ada bencana kabut asap nasional ini, Kaltim juga diikut-ikutkan sehingga pandangan negatif sebagai IKN baru turut tersorot,” ungkap Widi.
Widi juga menegaskan salah satu ancaman ketahanan nasional ialah daerah Kaltim yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Oleh karena itu ia memberikan langkah solutif yakni postur keamanan yang tepat untuk wilayah perbatasan.
“Satuan tugas di perbatasan yakni satu batalyon di Nunukan, Malinau dan Mahulu. Kita akui masih kurang efektif dan kurang banyak jumlah personel agar pos di perbatasan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga melakukan langkah-langkah dengan adanya kegiatan TMMD. Kami lakukan pada tempat yang sasarannya berada di wilayah perbatasan, hal ini untuk infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat untuk logistik ataupun untuk kepentingan militer kami,” tegasnya.
“Ke depan kita mengusulkan agar ada satuan kewilayahan sepeti Kodim untuk di Kabupaten Mahakam Ulu. Dengan adanya penambahan satuan kewilayahan maka akan lebih efektif lagi dalam pembinaan teritorial di masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi