“SDM lokal kita ada staf-staf gudang, kesling, laundry, gizi, kalau ditetapkan harus S1, terus gimana, apakah harus berhenti kan kasihan, belum lagi IKN yang muncul,” kara Burhan kepada awak media belum lama ini.
Selain itu, perawat harus berkualifikasi S1. Untuk hal ini pihak rumah sakit telah mengantisipasinya dengan menggandeng salah satu Stikes yang ada di Samarinda untuk perawat mengejar kesarjanaan.
RSUD ABADI Samboja saat ini masih tipe C. Untuk menunjang ibu kota negara (IKN) nantinya, minimal bertipe B dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Selain itu, tenaga administrasi pun masih minim.
Burhan menyebutkan, kepala bidang dan sub bidang memiliki staf administrasi yang dapat dihitung pakai jari. Burhan sendiri membawahi tiga sub bidang, kemudian stafnya hanya tiga orang dan merangkap beberapa kerjaan di sub bidang lainnya.
“Padahal kerjaannya banyak sekali, mulai dari mengurus kenaikan pangkat PNS yang ada, kenaikan gaji berkala dan yang lainnya jadi memang tenaga administrasi, sementara regulasinya saat ini kita tidak bisa menerima tenaga umum kecuali tenaga medis. Akhirnya, seharusnya perawat fokus melayani pasien malah merangkap jadi admin,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi