Karakter reservoir di WK Mahakam sangat unik karena lokasinya yang berada di delta Sungai Mahakam, dikenal dengan deltaic system, seperti ribuan kantong-kantong kecil yang tersebar di area rawa dan laut seluas lebih dari 3.000 km2, dengan kedalaman hingga 5.000 meter dan tidak terkoneksi satu sama lain.
Sejauh ini berbagai reservoir di main zone telah diproduksi sehingga untuk kelanjutan WK Mahakam maka diproduksi sumur-sumur di shallow zone (zona dangkal), dan ke depan dikembangkan sumur-sumur High Pressure High Temperature (HPHT).
General Manajer PHM John Anis menerangkan, para engineer terus mengembangkan teknik dan metode yang aman untuk menghasilkan gas di zona-zona dangkal yang sebelumnya dinilai berbahaya untuk diproduksi, atau dinamakan Shallow Gas Development.
Telah dibor 200 sumur di zona tersebut tanpa insiden dan gasnya dapat diproduksi. Ke depan, Shallow Gas Development yang telah sukses di kawasan rawa-rawa (swamp area) akan dikembangkan juga ke lapangan-lapangan yang ada di lepas pantai (offshore).
“Semua inovasi teknologi dalam hal pengeboran sumur itu dilakukan tanpa sedikit pun mengorbankan faktor keselamatan,“ tegas John Anis dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (6/9/2019).
PHM juga merencanakan penerapan metode pengeboran High Pressure High Temperature (HPHT) di lapangan Tunu pada 2020. Untuk itu, terus dibuat perencanaan dan arsitektur pengeboran yang khusus dan seksama, karena kegiatan pengeboran nantinya akan menghadapi tantangan tekanan reservoir yang tinggi (>13.000 Psia) dan suhu gas yang sangat panas (>160oC). (*/)
Penulis: Reza
Editor : M.Huldi