“Aku ini kan juga belum tau lokasi persisnya IKN itu dimana, tapi yang jelas sangat prospektif, karena hukumnya kan supply and demand, semakin tinggi orang datang harus diimbangi dengan ketersediaan akomodasi,” kata Zulkifli kepada media Rabu (4/9/2019).
Belum lama ini, Zulkifli telah melantik jajaran PHRI Kukar. Dia berpesan agar PHRI Kukar mempersiapkan perimbangan okupansi perhotelan dalam jangka lima tahun ke depan. Prospek usaha perhotelan juga berbanding lurus dengan banyaknya investor perhotelan bermodal besar yang akan berdatangan.
Hal tersebut juga dikhawatirkan menjadi momok untuk pengusaha hotel-hotel kecil.
“Jangan juga ibaratnya kalah bersaing dengan investor luar, justru diperkuat PHRI-nya, teman-teman yang ada ini, pemerintah pun juga harus menghidupkan. Jujur saja kita tidak menutup mata, hotel-hotel yang kecil-kecil itu ada yang ‘mati segan hidup tak mau’ kan kasian juga, jangan sampai menghidupkan hotel kelas tinggi saja,” paparnya.
Penerapan teori pentahelix pariwisata harus dilakukan. Dan digitalisasi, lanjut Zulkifli, merupakan kunci keberhasilan dalam persaingan hotel.
“Zamannya ini sudah zaman digital, orang check-in itu sekarang pesan pakai smartphone dan bagi kita yang tidak menguasai digitalisasi ya ketinggalan sudah. Satu hal, kalau masuknya ‘chen-chen’ (Cina), yang ganal (besar) yang sudah menguasai pasar itu bagai mana nanti disikapi,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi