Sukri menilai Pemkab Kukar seakan tidak ada perhatian terhadap warganya yang menjadi korban abrasi tanah tersebut. Dia menyarankan agar Pemkab memberi bantuan bahan material untuk membangun kembali rumah warganya yang telah amblas ke sungai itu.
“Kalau memang pemerintah mau memberi, apapun diberi pasti diterima. Kami tidak ingin menyusahkan. Bantu-bantu (kayu) balok kah biar bisa rumahnya bisa berdiri lagi,” ujarnya kepada Korankaltim.com Jumat (23/8/2019) siang tadi. “Yang jelas perhatian dan prihatin saja itu berbeda, kalau perhatian itu intinya pasti mereka datang. Ini malah wartawan terus yang datang,” sindirnya.
Korban longsor sudah kedatangan tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kaltim untuk memantau lokasi kejadian. Selain itu, Sukri menyebutkan kondisi longsor bertambah parah. Satu rumah milik Ahmad Jayadi yang rumahnya tepat di seberang jalan lokasi longsor, mengalami pergeseran sehingga temboknya mengalami keretakan. Bahu jalan sedikit demi sedikit mulai runtuh akibat tingginya intensitas lalu-lalang alat berat. “Kalau memang masih lewat (alat berat) yang beratnya 10 ton keatas, enggak lama amblas juga jalan itu,” tutup Sukri. (*)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur