Erau dan Festival Dijadikan Satu Tak Masalah, Tapi Ada Ketimpangan
2 menit baca1.768 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Akademisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, Aji Qamara Hakim mengatakan sah-sah saja jika pelaksanaan Erau Adat Kutai dan Festival Kesenian Rakyat Internasional diselenggarakan bersamaan selama tidak ada ketimpangan dan saling menunjang satu sama lain.
Hanya saja, menurut Qamara, selama ini perhatian pemerintah selama pelaksanaannya belum semua disamaratakan. “Dijadikan satu juga tidak masalah, tapi problemnya adalah, kita lebih senang memandang ke luar dibandingkan memandang kedalam diri sendiri, itu yang terjadi. Sehingga yang di elu-elukan diluar, untuk mendapatkan performa yang baik di luar tapi yang didalam kan jadi borok, makanya mau di kembalikan lagi (Erau pada marwah),” ujar Qamara kepada Korankaltim.com, Selasa (20/8/2019) pagi tadi.









