Khusus jemaah haji Kukar yang berangkat hari ini mayoritas lanjut usia. Secara fisik tidak memungkinkan untuk melakukan rangkaian ibadah haji sendiri.
“Harapan kami kepada para jamaah ini agar mementingkan segi kesehatan dan keselamatan ketika mereka berangkat haji, karena sebagaimana diketahui bahwa proses haji ini 70 persen menggunakan fisik sementara jamaah kita tua-tua,” Plt Kepala Kantor Kemenag Kukar, Nasrun kepada Korankaltim.com.
Usia tertua jemaah dari Kecamatan Kota Bangun dan Loa Janan yakni 88 tahun. Untuk itu, lanjut Nasrun, diperlukan perhatian khusus kepada para jamaah lansia ini sehingga ditempatkan di kloter 6 dengan didampingi dua petugas TPHD.
“Mereka ini bergabung dalam gelombang kedua, sehingga mereka diharapkan sudah memakai (kain) Ihram itu di embarkasi karena mereka akan melakukan Ihram itu di Multazam,” ujarnya.
Nasrun juga mengingatkan agar membawa uang lebih untuk menyewa jasa dorong mengingat para jamaah lansia ini tidak bisa mandiri untuk tawaf dan sa’i. Mereka kebanyakan harus menggunakan kursi roda.
“Saya sarankan itu untuk mem-back up mereka selama ibadah disana dan ini mudah-mudahan dikoordinasi oleh ketua rombonganya sehingga tidak kesulitan,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi