Salah satu anggota BSM, Roni, mengatakan untuk membuat satu paving block diagonal berdiameter 20 x 20 cm dengan ketebalan 6 cm membutuhkan setidaknya satu kilogram sampah plastik. Komposisinya sendiri berbeda-beda dengan bahan dasar berbagai macam jenis plastik.
“Campurannya berbagai macam, ada yang murni plastik, ada plastik dengan abu arang, plastik dengan sekam, kualitas paving yang dihasilkan dijamin dan sama kuatnya,” kata Roni kepada Korankaltim.com.
Paving hasil daur ulang ini sudah diujicobakan dengan dilindas menggunakan dump truck bermuatan. Dampak kerusakannya sangatlah minim.
Selain itu, tutur Roni, penggunaannya sebagai bahan bangunan dipercaya dapat mengurangi dampak tremor gempa terhadap bangunan. Bahkan, bisa meminimalisir perluasan api jika terjadi kebakaran lantaran proses peleburannya menggunakan metode rebus dicampur dengan oli bekas untuk menguapkan zat kimia yang mudah terbakar. Namun, belum diketahui tingkat ramah lingkungannya terkhusus terhadap anak.
“Tapi ini masih dalam tahap pengembangan, kalau terkena air jelas plastik pasti akan rusak, jadi kami masih menyempurnakan dari segi komposisinya,” terangnya.
Sampah-sampahnya sendiri dikumpulkan dari kegiatan rutin penimbangan sampah mingguan oleh BSM yang dipungut dari masyarakat.
Saat ini, paving block tersebut telah disalurkan ke PAUD untuk menghiasi taman dan ruangan bermain. Selama ini, proses peleburan alami sampah plastik sendiri membutuhkan waktu puluhan hingga ribuan tahun tergantung jenis plastik.
Roni berpendapat, metode daur ulang yang digunakan setidaknya dapat mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan sampah plastik.
“Boleh dilihat, selama ini di tempat pembuangan tahap akhir seperti sampah botol dan alumunium yang punya nilai jualnya saja yang mereka (pemulung) kumpulkan. Sementara sampah plastik bekas gula, kantong kresek itu kan tidak diangkut sama sekali, dia akan tertimbun tertanam sehingga secara otomatis permasalahan limbah plastik belum bisa terselesaikan, ini salah satu solusinya, kami dari BSM mencoba untuk mengurangi dampak limbah plastik itu,” ucapnya.
BSM berencana untuk membuka jual beli sampah plastik yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Selain dapat mengurangi limbah plastik, hal tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan warga.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi