Dia juga menampik hal tersebut sebagai upaya 'curi start' selaku bakal kandidat petahana menuju Pilbup 2020.
“Mungkin dari relawan,” tukas Edi saat diminta konfirmasi korankaltim.com, Selasa (2/7/2019).
Edi mengaku tidak tahu menahu tentang beredarnya parfum itu. “Tapi kan memang memakai parfum untuk salat itu kan sunah, saya kira mungkin bagian itu tidak ada hal yang begitu istimewa,” imbuhnya lagi.
Justru, dia mengapresiasi dukungan para relawan yang mau repot-repot mendesain botol parfum untuk kepentingan sosialisasi buatnya.
Menurutnya, euforia masyarakat yang mendukung dan mendorongnya untuk maju di Pilkada memang begitu tinggi.
“Setiap saya silaturahmi di kelurahan-kelurahan, saya selalu berjumpa dengan relawan yang terus memberikan dorongan, motivasi terutama, dan mendorong saya ikut Pilkada. Maka dengan memgucapkan Bismilahirohmanirohim, saya akan ikut Pilkada,” bebernya.
Namun, Edi mengingatkan relawan yang ada agar terus bersama-sama meningkatkan semangat bekerja nyata . Relawan, lanjutnya, harus bisa menunjukan bagaimana aktivitas yang dilakukan. Mulai dari gerakan bersifat sosial hingga spiritual.
Selain itu, dia mengatakan akan tetap konsisten dengan tag line yang terus digaungkan, yakni ‘Betulungan Etam Bisa’ mengingat budaya gotong royong sudah menjadi bagian ciri khas dan kekuatan bangsa sejak dahulu.
“Saya akan pegang komitmen itu, karena keberadaan kita itu tidak akan memberikan manfaat yang berarti manakala tidak bersama masyarakat, bersama dengan pemangku kepentingan. Ciri dari pemerintahan yang baik yang itu pemerintahan yang bersama masyarakat dan dunia usaha, tiga pemangku kepentingan ini harus bersinergi,” demikian Edi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi