“Dapat kami sampaikan berkaitan dengan longsornya Pure Prajapati, tempat umat Hindu melaksanakan ibadah Ngaben, saat ini kondisinya rusak disebabkan faktor iklim dan tanah yang lemah, sejak awal tahun 2018 memang sudah mulai ada pergeseran,” jelas I Komang kepada media, Senin (17/7/2019)
Pura tersebut, lanjut Komang, diperkirakan mengalami pergeseran sekitar 1 meter. Pihaknya telah memprediksikan hal ini. Umat Hindu tetap melakukan upacara Ngaben kendati pura tersebut rusak parah.
Komang menerangkan upacara tersebut diperbolehkan karena masih sesuai dengan cara umat Hindu.
“Sesuai dengan kajian di internal kami umat Hindu karena kami tahu betul waktu itu, saat kami membangun, tanahnya sebagian adalah tanah timbunan dan terletak di kemiringan, ditambah dengan cuaca yang belakangan ini tidak menentu sehingga saat kemarau terjadi retakan dan air menyusup ke pura kami sampai amblas,” ujarnya.
Hari ini, umat Hindu Kertabuana melakukan ritual pemindahan pura yang dalam waktu dekat akan dibantu oleh perusahaan sekitar dan Pemkab Kukar.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bersama warga dan perusahaan yang ada di sekitar juga dukungan Bupati, pure ini dapat kami pindah,” demikian Komang.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi