“Kalau disebut sulit ditemui, tidak lah, memang agenda beliau sering banyak di lapangan, dan itu tidak satu agenda saja ketika berkunjung ke suatu titik daerah tertentu beliau itu biasanya sekalian ke daerah yang lainnya. Mudah kok bertemu beliau, bahkan kalau yang mau bertamu saat malam juga beliau menerima,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua Forum Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan (FGHTK) Kukar Ambo Dale mengeluhkan sulit bertemu dengan Bupati Kukar Edi Damansyah.
“Sudah beberapa kali kita dimediasi oleh DPRD dalam kaitannya minta diperjuangkan aspirasi kami sebagai guru honor namun tidak pernah kami ketemu secara langsung dengan Bapak Bupati,” katanya.
Menurut Ambo, pihaknya memahami segudang jadwal padat bupati setiap pekannya.
Sulitnya bertemu bupati membuat Ambo dan rekan-rekannya kerap bercanda terkait hobi Edi yang senang berkendara motor trail dengan komunitas.
“Sering saya berucap sama kawan-kawan, apakah kita harus punya motor trail dulu ya biar bisa mudah ketemu dengan Pak Bupati,” selorohnya.
Dafip mengungkapkan, saking mudahnya ditemui, bagi yang ingin berkunjung ke kediamannya secara langsung, Bupati akan menerima dengan senang hati selama masih dalam batas kewajaran kunjungan silaturahmi dan tanpa mengganggu waktu istirahatnya.
“Mudah kok bertemu beliau, bahkan kalau yang mau bertamu saat malam juga beliau menerima, jadi kalau ingin mudah bertemu beliau itu tidak perlu lah repot-repot menyamai hobi beliau motor trail, datang saja di safari subuh pasti bertemu,” demikian Dafip.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Muh.Huldi