Salah satu pengunjung bernama Joko, karyawan swasta asal Samarinda, berpendapat, sepinya kunjungan pada libur hari Isra Mikraj ini karena waktu libur yang terbilang tanggung.
“Rabu ini kan kita libur, terus besok hingga Sabtu kita masih kerja lagi. Makanya mungkin orang-orang nggak mau jalan jauh-jauh ke sini,” tutur Joko kepada Korankaltim.com.
Diketahui, jumlah kunjungan hari libur di Pulau Kumala bisa mencapai 5.000 orang per harinya. Disamping itu, cuaca yang kurang mendukung juga berpengaruh pada jumlah wisatawan yang berdatangan. Imbasnya, para pedagang kuliner juga pesimistis.
“Ya kita sih berharapnya kan ramai kalau setiap libur, kalau hari-hari biasa aja ya jangan harap. Pendapatan kita itu sekarang juga dipengaruhi faktor cuaca, kalau hujan gitu ya jarang kita banyak pendapatan,” ujar Ketua Kuliner Pulau Kumala, Ahmad Husman.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : M.Huldi