Tari (12), teman korban menceritakan, awalnya dirinya bersama keempat temannya hendak berenang. Saat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia bertemu dengan korban. "Saat itu korban katanya mau mengaji, tapi gurunya sakit jadi libur. Nah karena tahu kami mau berenang maka korban ikut," katanya.
Saat itu, kata dia, korban sempat ditanya apakah bisa berenang dan menjawab tidak bisa. Korban pun diperingatkan untuk tidak berenang terlalu jauh. "Saya sempat bilangin, jangan berenang ke tengah karena katanya nggak bisa berenang," ungkapnya kepada wartawan.
Korban pun mulai berenang sekitar pukul 16.30 Wita.Sekitar 30 menit, korban tiba-tiba sudah tenggelam. Tangan korban terlihat menggerapai lalu hilang.
Kaget, teman korban pun mulai panik dan berteriak meminta tolong. agar warga bisa menyelamatkan korban. "Korban sempat hanyut sekitar 30-50 meter," katanya.
Komandan Regu IV BPBD Kukar, Amat Solikin mengatakan tim penyelamat dari BPBD Kukar sudah diterjunkan, termasuk tim penyelam. Namun karena kondisi arus air deras dan jarak pandang nol, maka korban belum bisa ditemukan.
"Proses pencarian masih di sekitar TKP dengan radius sekitar 30 meter. Kendalanya arus deras dan jarak pandang," katanya.
Proses pencarian terpaksa dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pukul 07.00 Wita esok hari. "Kita lihat kondisinya, tapi malam ini penyelaman harus dihentikan dan dilanjutkan besok pagi," ungkapnya.
Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Abdul Rauf didampingi Kanit Reskrim IPDA Hadi Winarno mengaku sudah menurunkan tim untuk membantu proses pencarian korban.
"Tim sudah turun dan akan disiagakan untuk membantu proses pencarian korban," terangnya. (*)
Penulis : Amin
Editor : Muh.Huldi