“Kita meminta transparansi terkait penggunaan dana kampus karena selama ini setiap kali mahasiswa menggelar kegiatan hanya Rp 500 ribu, baik kegiatan besar atau kecil. Contoh kayak acara pelantikan itu Rp 500 ribu, sementara BKM yang berhari-hari juga Rp500 ribu. Ini kan tidak masuk akal, makanya mahasiswa perlu mempertanyakan larinya dana UKM itu,” ungkap salah satu peserta aksi, Adi Gunawan Putra kepada korankaltim.com, Sabtu (23/3/2019).
Setiap semester, lanjutnya, mahasiswa aktif tahun 2018/2019 yang totalnya sebanyak 1.860 orang membayar dana kegiatan UKM sebesar Rp50 ribu.
Sementara, setiap kegiatan UKM hanya dikucurkan Rp 500 ribu. Padahal, kegiatan mahasiswa juga tidak begitu banyak sehingga harusnya dana yang dikeluarkan Rektorat diharapkan lebih banyak lagi untuk menunjang kegiatan mahasiswa.
“Ke depannya kami akan memberikan sebuah sistem baru penganggaran dana sesuai hasil konsolidasi kami bersama ormawa kampus, dan tetap meminta transparansi uangnya ke mana, semua harus jelas,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Muh.Huldi