“Itu yang diharapkan, pemerintah menyiapkannya tanpa ada keluar biaya dari kami pedagang. Kami bersyukur karena ada dibuatkan pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Kukar,” kata Ahmad kepada Korankaltim.com, Kamis (14/3/2019).
Ahmad menuturkan, selama ini kuliner di Pulau Kumala hanya ramai di waktu akhir pekan. Tempat yang representatif dianggap mampu menarik wisatawan untuk tidak hanya mengunjungi pulau saja, melainkan juga kuliner khas Kutai yang tersedia.
“Lepas daripada hari itu pengunjungnya kosong. Makanya, pengusaha di pulau Kumala itu harus pandai melihat situasi dan kondisi atau faktor-faktor yang mempengaruhi, seperti kebijakan pemerintah yang berubah, berubah wadah seperti itu. Kemudian situasi alam, kalau weekend, kita sudah berharap banyak Sabtu-Minggu taunya malah hujan. Jadi dengan dibangunkan ya itu kita harapkan kunjungannya nanti meningkat,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Muh.huldi