“Ini harus diringi dengan perubahan pola pikir, perubahan manajemen pelayanan, secara khusus sahabat-sahabat saya di Dinas Kesehatan saya minta yang paling mendasar adalah perubahan manajemen, untuk mengiringi megahnya gedung Puskesmas yang sudah kita bangun di beberapa kecamatan,” kata Edi.
Sampai saat ini, lanjutnya, Puskesmas masih saja bermasalah soal manajemen, terlebih perencanaan stok obat-obatan untuk satu tahun.
Edi menceritakan, Puskesmas di Muara Badak pernah sampai-sampai tidak melayani rawat inap lantaran stok obat-obatannya sudah habis.
Dia meminta agar Dinkes Kukar melakukan evaluasi berkaitan dengan manajemen Puskesmas ke depannya.
“Saya bangga terhadap fisik Puskesmas ini, tapi saya akan lebih bangga lagi mana kala penyesuaian perubahan manajemen ini bisa dilakukan dengan cepat, dan saya optimis itu bisa. Kalau tidak bisa ya wassalam, ini hanya persoalan dengan dua tiga orang yang pola pikir ego individu. Para sahabat saya di Dinkes itu sangat kuat ego individunya, ego keilmuannya, padahal lupa dia nanti mempertanggungjawabkan pekerjaannya ini ke yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Muh.Huldi