Merasa Baik-Baik Saja padahal Berpotensi HIV, Banyak yang Sering Kabur Diajak Berobat
1 menit baca585 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mengungkapkan, warga yang dinyatakan reaktif HIV/AIDS ketika menjalani VCT Mobile sering kali kabur tidak mau dirujuk ke rumah sakit.
“Ada banyak yang tidak mau dirujuk ke Rumah Sakit, hilang (kabur, Red.) dari tempatnya biasanya. Warga itu diajak konseling ‘kan, dia merasa sehat-sehat saja, tidak ada gejala-gejala penyakit tertentu kemudian enggak terima dan hilang, banyak yang seperti itu,” ungkap Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Triatmo dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (5/3/2019).
Kaburnya warga itu, menurut Triatmo, bisa jadi karena beban moral karena dinyatakan reaktif ketika menjalani VCT. Menghadapi hal seperti itu, pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan persuasif agar mau berobat sebelum keadaannya menjadi parah.
“Karena jelas dia tertekan ketika ditetapkan (reaktif) itu. Makanya kita konseling pelan-pelan, bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, nanti yang memutuskan positif atau tidaknya ya dokter di rumah sakit kemudian ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Muh.Huldi









