Menurut Didik, pembahasan terkait regulasinya belum ada hingga saat ini sehingga pihaknya memang tidak menyediakannya.
“Secara umum regulasinya belum ada, di tingkat nasional pun belum ada,” ungkapnya kepada Korankaltim.com, Sabtu (23/2/2019).
Selama dia menjabat, lanjutnya, para istri yang membesuk suaminya di Lapas hanya sebatas bertatap muka saja, tidak lebih. Belum pernah ada warga binaan dengan istri yang menjenguk kedapatan indehoy saat jam besuk.
“Tempat besuknya aja (terbuka/Red) seperti itu, gimana mau indehoy. Lagipula kita tidak menghendaki jika seandainya dibangunkan fasilitas kemudian dipersalahgunakan nantinya,” ucapnya.
Dikutip dari surya.co.id, penggunaan 'bilik asmara' sempat mengemuka kala Artis Inneke Koesherawati mengakui memakai fasilitas saung atau bilik asmara yang dibuat di Lapas Sukamiskin untuk melayani sang suami Fahmi Darmawansyah yang ditahan di sana.
Pengakuan Inneke Koesherawati tentang bilik asmara itu diucapkan dalam sidang perkara penyuapan terhadap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang dilakukan sang suami, Fahmi Darmawansyah.
Tetapi, Inneke Koesherawati menolak halus ketika hakim bertanya mengenai frekuensinya menggunakan bilik asmara untuk berhubungan intim dengan suaminya.
Pertanyaan hakim tentang bilik asmara kepada Inneke Koesherawati itu sempat membuat Fahmi keberatan.
"Sekalian saja tanyakan pakai baju apa yang Mulia," kata Fahmi Darmawansyah memotong pertanyaan Hakim terhadap Inneke Koesherawati yang berstatus sebagai saksi di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu (19/12/2018).
Setelah Famhi menyela pertanyaan Hakim, tak berapa lama Hakim kembali bertanya apakah saksi bersedia memberikan keterangan tentang pertanyaan tersebut.
"Sebagai seorang perempuan, saya risih ditanya tentang hubungan biologis," kata Inneke.
"Ada kamar mandi, tempat tidur, kipas angin, dan terakhir ada AC. Saya sering menggunakan ruangan tersebut sebisa mungkin sebagai kewajiban seorang istri, untuk melayani," ujarnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Muh.Huldi