Bupati Kukar Edi Damansyah, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan konsep betulungan atau gotong royong yang disebut ‘Kampung Siaga’.
Konsep tersebut melibatkan masyarakat di pelosok yang memiliki kendaraan roda empat untuk membantu mengantar tetangganya ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
“Kampung siaga ini nanti, ada keterlibatan warga masyarakat. Misalkan si A di kampung itu memiliki kendaraan roda empat, nanti dimintakan untuk siaga kalau sewaktu-waktu dalam emergensi mobilnya bisa untuk menangani,” kata Edi kepada Korankaltim.com, Jumat (15/2/2019).
Meskipun baru dipersiapkan, lanjutnya, sudah ada beberapa kecamatan yang mengadopsi konsep tersebut. Salah satunya adalah kecamatan Loa Kulu. Edi menerangkan, desa seperti Jembayan Dalam telah terbangun konsep betulungan itu sembari terus merevitalisasi ambulan yang ada untuk disalurkan ke pelosok.
“Memang kita melalui Dinas Kesehatan secara bertahap mungkin terus memenuhinya, saya juga banyak mendapat usul dari masjid-masjid agar bisa menyediakan Puskesmas,”pungkasnya.
Diketahui, Pemkab Kukar membantu tujuh unit ambulan ke beberapa Puskesmas dan sebanyak 3 unit hingga Februari tahun ini.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Muh. Huldi