“Harus diberikan perhatian dengan baik, tentunya fungsi Puskesmas dan Pusban yang didorong oleh struktural sosial kemasyarakatan Posyandu Dasawisma dan memastikan bahwa ibu hamil di lingkungan itu bisa tertangani dengan baik untuk rekam jejak kesehatannya, jadi dipastikan ibunya selama hamil sehat begitu juga janinnya,” ujar Edi kepada Korankaltim.com, Rabu (13/2/2019).
Menurut Edi, hal ini merupakan langkah konkret Pemkab Kukar untuk perbaikan gizi di Kukar.
Dia meminta agar dilakukan sosialisasi dari Camat dan Pimpinan Puskesmas Loa Kulu bersama juga perusahaan-perusahaan di wilayah Loa Kulu untuk ikut menyukseskan program itu.
“Saya ingin keterlibatan dunia usaha, perusahaan nanti bersinergi memberikan dukungan berkaitan dengan TJSP kepada hal-hal yang kita desain,” pungkasnya.
Seusai kunjungan tersebut, Pemkab Kukar juga membantu Puskesmas Loa Kulu dengan satu unit ambulan.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Muh. Huldi