Media ini coba mengunjungi rumah keluarganya. Sesampai di lokasi, benar saja persiapan penyambutan jenazah sudah di lakukan pihak keluarga, Sabtu (8/12).
Mertua Korban, Samuel Sattu mengatakan sudah mentehaui rencana kedatangan jenazah Samuel Pakidding. Namun demikian, dirinya mengaku belum bisa dipastikan kapan jenazah menantunya tiba di rumah duka.
“Tapi hari ini (jenazahnya) pasti datang, saat ini masih dalam perjalanan, kabarnya sudah di Samboja,” ujar Sattu kepada KORANKALTIM.COM.
Samuel menceritakan, tidak terbesit dalam benaknya bahwa menantunya akan menjadi salah satu korban pembantaian di tanah Papua. sameul Kidding diesebutkan Sattu telah merantau dua bulan. kabar terakhir yang disampikan ke keluarga, Samuel sudah kembali ke Wamena.
Sembari terus memantau pemberitaan di televisi, lanjutnya keluarga mendapati pekerja PT Istaka Karya tersebut merupakan salah satu korban penembakan. Mengetahui Samuel menjadi salah satu korban, diakuinya keluarga pun syok.
“Kita tonton terus berita-berita di televisi kan, sudah ada 7 nama korban. Kita pantau lagi, tepat urutan nama ke 8 itu menantu saya, hilang ruh rasanya mendengar kabar tersebut,” tutur Sattu tersiak.
Diketahui, kabar penyerangann tersebut baru diketahui polisi pada Senin (3/12/2018). Samuel mendapati informasi bahwa ayah tiga orang anak tersebut ingin kembali ke Wamena, namun tidak diperbolehkan oleh PT Istaka Karya untuk mengejar target pengerjaan jembatan.
“Karena banyak bahan-bahan, dia dilarang ke Wamena oleh bosnya. Jadi saat itu belum sempat juga berkabar dengan kami di sini,” pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Firman Hidayat