"Kita meminta masyarakat Kukar khususnya Kota Tenggarong mengawal prosesi Berlimbur hari ini, mari kita jaga perayaan puncak pesta adat Erau ini dengan perilaku yang baik dan jika ada oknum dari luar yang coba mengotori Berlimbur ini dengan aksi yang tidak terpuji segera laporkan dan serahkan ke pihak berwajib," kata Kepala Dispar Sri Wahyuni tadi pagi sesaat prosesi mengulur naga di Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (29/07/2018).
Pelaku seni dari Rumah Budaya Kutai (RBK) Rachmad Effendi menyampaikan dalam prosesi Berlimbur pasti ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk berbuat perilaku yang tidak senonoh dengan melakukan pelecehan seksual.
"Iya seperti yang sudah-sudah memang ada saja itu oknum, dan kami sepakat dengan Pemkab memang oknum yang melakukan perbuatan seperti itu sehingga mengotori makna mendalam dari Berlimbur yang berarti bersuci ialah oknum masyarakat dari luar Kukar, oleh karenanya mari sama-sama kita jaga dan kawal agar pelaksanaan puncak Erau ini bermanfaat, meriah dan momen untuk membersihkan diri kita semua dari semua hal-hal yang negatif," ujarnya
Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat mengingatkan semua pihak agar menggunakan air yang bersih dalam perayaan Belimbur.
"Ini kan anaknya bersuci, jadi gunakanlah air yang bersih jangan air parit atau air yang kotor, mari kita maknai Belimbur ini dengan sama-sama membersihkan noda yang ada di badan kita agar bersih jasmani dan rohani," demikian Putra Mahkota.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah