"Saya tentunya bangga ternyata DKI tidak hanya jago kandang, tapi juga bisa berbicara lebih di luar. Saya melihat ini ajang yang bagus untuk peserta mengukur kemampuan masing-masing dan bisa sekaligus menjalin silaturahmi antar sesama atlet yang juga pelajar," katanya kepada korankaltim.com.
Diketahui hanya DKI yang memiliki pelatih Judo asli dari Jepang yakni Coach Fujinaka dari lembaga Japan International Coorporation Agency (JICA).
Menurut Ratiyono semua daerah bisa melakukan apa yang telah dicapai DKI Jakarta dalam pengembangan dan peningkatan kualitas atlet didikan dengan melibatkan langsung pihak luar untuk menjalin kerja sama.
"Semua daerah bisa menjalin kerjasama dengan JICA, tinggal bersurat saja ke mereka. Intinya semua bisa jika pemerintah memang fokus dan peduli terhadap perkembangan dan peningkatan kualitas atlet daerah yang dimiliki, tidak hanya olahraga Judo ini berlaku untuk semua cabang olahraga," demikian Ratiyono.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Supiansyah