Satu persatu bus baik yang melintas dari dan ke arah Balikpapan diberhentikan. Sopir dan kernet bus langsung digiring ke toilet untuk diminta urinenya dan dilakukan pemeriksaan.
Sebanyak 45 orang yang diperiksa dengan hasil negatif obat terlarang. Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Subandria mengungkap bahwa razia tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa sopir transportasi bersih dari penggunaan obat-obatan terlarang.
"Sementara belum ada (Ditemukan pengguna narkoba dari sopir) maka kami yakinkan menggandeng petugas BNN Propinsi Kaltim untuk melakukan pemeriksaan tes urine kepada para sopir bus," ucap Subandria disela kegiatan.
Kepada media ini salah satu Sopir bus, Rudi (38) mengaku mendukung penuh langkah Kepolisian untuk melakukan tes urine kepada para sopir.
"Agar penumpang nyaman tentu para sopir jangan mengkonsumsi obat terlarang. Ya hindari aja lah obat obatan karena sangat merugikan bagi diri sendiri atau perusahaan," katanya.
Subandria kembali menambahkan bahwa dalam memasuki mudik lebaran seluruh sopir agar mempersiapkan kondisi tubuh dan kendaraannya.
Dia berharap peristiwa kecelakaan dapat ditekan sekecil mungkin. Upaya yang dilakukan dengan meningkatkan kesadaran atas keselamatan diri.
"Mari kita tingkatkan keselamatan agar terjaminnya keselamatan ketika menggunakan moda transportasi," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Desman Minang