"Itu (penganiayaan, Red) hoax, justru saya yang dianiaya, tapi saya biarkan saja," katanya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (1/6/2018) dini hari.
Kasus ini, kata Buherah, disebabkan karena perebutan mobil dengan mantan istri yang baru dicerainya pada 17 April 2018 lalu.
Mobil Honda Jazz warna silver tersebut semula dibawa oleh anaknya, Aidil Adhaa dari kediaman Buherah di Desa Semangkok, Kecamatan Marangkayu ke rumah ibunya di Desa Sebuntal dengan alasan mengantar berkas di dalam mobil pada Kamis pagi.
Namun setelah mobil tiba dan berkas diserahkan, Aidil Adhaa yang semula ingin memulangkan mobil tersebut dilarang oleh Hariyati Arif. Bahkan Aidil Adha, kata Buherah, sempat digigit oleh ibunya sendiri.
"Ini pengakuan anaknya sendiri, saya sudah sama anak saya ini lagi disidang," bebernya.
Buherah yang semula tidak mengetahui bahwa mobilnya berada di Sebuntal langsung naik vitam dan membawa mobil truk dan tali untuk menderek mobil Honda Jazz tersebut, namun dihalangi oleh mantan istrinya sehingga cekcok terjadi dan diduga ada tindak penganiayaan.
"Memang mobil itu awalnya dipakai dia (mantan Istri, Red) tapi karena sudah cerai jadi ditinggal di rumah di Semangkok, tidak ada penganiayaan. Saya mau tarik mobil itu hanya dihalangi," tegasnya.
Bahkan, kata dia, viralnya video penganiayaan itu di Facebook juga disebabkan mantan istrinya yang memerintahkan Aidil Adha mengunggah ke Facebook. "Tapi ini sudah dihapus semua dan anaknya mengakui kalau disuruh mamaknya itu meng-upload," terangnya.
Kasus ini sendiri disebut akan dilaporkan ke pihak Kepolisian karena keluarga Hariyati Arif tidak terima dengan perlakuan tersebut.
Hanya saja hingga berita ini ditulis, Hariyati maupun pihak keluarga belum bisa dikonfirmasi.
Penulis : Amien
Editor : Supiansyah