Menurut Wakil Ketua DPRD Kukar Supriyadi, fakta ini menunjukkan minimnya komitmen PT CFK dalam memberdayakan warga lokal.
"Kita prihatin karena di satu sisi pengangguran di Kukar terus meningkat sementara perusahaan yang mencari keuntungan di sini justru merekrut tenaga asing," kata Supriyadi kepada korankaltim.com, Kamis (10/5).
Menurut Supriyadi, banyak keluhan warga yang kesulitan mencari pekerjaan di Kukar. Kondisi ini mestinya disikapi oleh pelaku usaha untuk memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya. Perusahaan harusnya berkomitmen untuk menekan pengangguran di Kukar.
"Mohon maaf, kalau pekerja asing didatangkan ke Kukar hanya untuk membengkokkan besi atau mencangkul, ini tidak ada gunanya. Mending perusahaan berdayakan warga lokal," cetus Supriyadi.
"Apalagi ada informasi kalau untuk pembangunan pembangkit di CFK, batanya saja didatangkan dari China," sambung Supriyadi.
DPRD Kukar, lanjut Supriyadi, akan memanggil manajemen CFK untuk menjelaskan banyaknya tenaga kerja China di pembangkit yang mereka bangun. (*)
Sumber : Koran Kaltim