Di antara ratusan pelayat, tampak Sekda Kutai Kartanegara Marli.
Di mata Marli, almarhum dikenal baik, humoris, konsisten, dan sederhana. "Yang paling melekat di hati saya adalah kehumorisannya, nggak pernah ngurus urusan orang lain dan jarang sekali ditemui konflik dalam hidupnya. Semoga generasi kita ini bisa mencontoh beliau," ungkap Marli.
Istri alhamarhum, Irawati tak kuasa menahan kesedihannya.
Irawati menceritakan, sebelum berpulang, almarhum sempat berbincang-bincang dengan seorang kerabatnya yang selama 10 tahun tidak bertemu.
"Mereka berbincang-bincang soal agama, umur dan lainnya. Saat itu hujan, ada petir, yang ketiga kali beliau langsung tak sadarkan diri," ungkap Irawati. Irawati sempat membimbing almarhum mengucapkan dua kalimat syahadat.
Almarhum meninggal dalam perjalanan ke RSUD Aji Muhammad Parikesit sekitar pukul 15.15 Wita.
Selain seorang budayawan, Datoq Marangan juga aktif di Gerakan Pramuka Cabang Kukar. Ia juga dipercaya sebagai ketua RT 3 Kelurahan Sukarame Tenggarong. (*)
Penulis : Reza
Editot : Supiansyah